Prodia, Juara CRO, Menggelar Sinergi Regional di CRM Trial Connect 2026

20 Mei 2026
Prodia, Juara CRO, Menggelar Sinergi Regional di CRM Trial Connect 2026 .jpeg

KUALA LUMPUR, Mei 2026 – Prodia The CRO baru-baru ini menyelesaikan partisipasi berdampak tinggi di CRM Trial Connect 2026, yang diadakan pada tanggal 7–8 Mei di Connexion Conference & Event Centre (Nexus), Bangsar South. Edisi ke-5 dari acara unggulan Clinical Research Malaysia ini, dengan tema “Kebangkitan Uji Klinis di Asia,” berfungsi sebagai platform penting bagi Prodia The CRO untuk memperkuat jejak regionalnya dan mengeksplorasi lanskap pengembangan klinis global yang terus berkembang.

WhatsApp-Image-2026-05-21-at-07.29.24-1.jpeg

Mendorong Inovasi Kolaboratif

Konferensi tersebut mengumpulkan lebih dari 1.100 delegasi global, termasuk regulator, sponsor, dan Organisasi Riset Klinis (CRO) terkemuka. Bagi Prodia The CRO, acara ini merupakan peluang strategis untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan internasional dan menyelaraskan diri dengan kemajuan regional terbaru.

Tema-tema utama dari simposium tersebut meliputi:

  • Kebangkitan Asia: Diskusi strategis tentang mengapa Asia Tenggara menjadi tujuan pilihan untuk penelitian onkologi dan bioteknologi.

  • Integrasi Regional: Menjelajahi sinergi antar negara anggota ASEAN untuk menciptakan ekosistem penelitian klinis yang terpadu dan kompetitif.

Menavigasi Batas Regulasi:

Salah satu poin penting dari acara tersebut adalah pembahasan mendalam tentang lanskap regulasi di Asia Tenggara. Prodia The CRO secara aktif berpartisipasi dalam sesi yang menampilkan tokoh-tokoh terkemuka Indonesia, yang berfokus pada penyederhanaan persetujuan uji klinis multisentris dan harmonisasi standar.

Diskusi regulasi utama meliputi:

  • Wawasan BPOM: Perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) memaparkan perkembangan terkini dalam proses pengajuan uji klinis, dengan menekankan transformasi digital dan jalur percepatan untuk area terapi yang sangat dibutuhkan.

  • Perspektif INACRC: Pusat Penelitian Klinis Indonesia (INACRC) menyoroti pentingnya koordinasi terpusat untuk meningkatkan visibilitas dan kesiapan lokasi penelitian Indonesia bagi sponsor global.

  • Analisis Pakar oleh Prof. Jarir: Prof. Jarir At Thobari memberikan perspektif akademis dan praktis yang kritis tentang menjembatani kesenjangan antara standar internasional ICH GCP E6 R3 dan implementasi lokal. Wawasannya tentang ekonomi kesehatan dan hasil klinis memberikan kerangka kerja yang kuat untuk meningkatkan efisiensi uji klinis di Indonesia.

Memperkuat Koridor Penelitian Indonesia-Malaysia

Sebagai CRO (Contract Research Organization) terkemuka di Indonesia, kehadiran Prodia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas batas. Tim tersebut terlibat dalam jaringan tingkat tinggi dan Forum Pemimpin ASEAN, memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Malaysia dalam menjadikan kawasan ini sebagai kekuatan global untuk uji klinis.

“Partisipasi kami di CRM Trial Connect 2026 memperkuat komitmen Prodia The CRO terhadap keunggulan operasional. Kolaborasi antara BPOM, INACRC, dan para ahli seperti Prof. Jarir memastikan bahwa lanskap penelitian Indonesia tetap transparan, patuh, dan menarik bagi investasi global.”

Melihat ke Depan

Wawasan yang diperoleh dari CRM Trial Connect 2026 akan semakin meningkatkan penyampaian layanan Prodia The CRO, khususnya dalam mengoptimalkan fase awal persiapan lokasi uji klinis dan memastikan jaminan kualitas yang kuat. Prodia The CRO tetap berdedikasi untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian inovatif dan aplikasi klinis di dunia nyata, memastikan peran penting Indonesia dalam ekosistem perawatan kesehatan global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan uji klinis dan kemampuan regional kami, kunjungi prodiathecro.com .

Related News