Hati-Hati, Ini Penyebab Serangan Jantung dan Faktor Risikonya
26 Jun 2026
Penyebab serangan jantung yang paling sering terjadi adalah penyakit jantung koroner. Ini karena ada pembuluh darah yang tersumbat pada penderita penyakit jantung koroner.
Penyumbatan pembuluh darah pada penyakit jantung koroner bisa disebabkan oleh gaya hidup dan beberapa faktor penyebab lainnya yang akan dibahas lebih lanjut di sini.
Penyebab Serangan Jantung
Secara umum, serangan jantung terjadi akibat adanya penyumbatan pada pembuluh darah arteri jantung karena penumpukan plak, misalnya kolesterol. Ketika plak tersebut robek, maka akan membentuk gumpalan darah.
Gumpalan darah inilah yang berbahaya karena bisa bergerak ke pembuluh darah yang lebih sempit dan menghalangi aliran darah hingga menyebabkan otot-otot jantung rusak.
Ketika hal ini terjadi, maka perlu penanganan medis darurat karena risikonya bisa mengancam nyawa. Untuk itu, penting untuk mengenali penyebab serangan jantung agar kamu bisa mewaspadainya sedini mungkin.
Baca juga: Olahraga Jantung: 9 Jenis yang Wajib Diketahui & Bisa Diterapkan
Faktor Risiko Serangan Jantung
Gejala serangan jantung pada setiap orang dapat sangat bervariasi. Mulai dari gejala ringan hingga gejala yang lebih parah, atau bahkan terjadi tanpa gejala sama sekali.
Mengetahui apa saja faktor penyebab yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, dapat membantu kamu untuk melakukan tindakan pencegahan lebih dini. Berikut ini adalah berbagai faktor risiko serangan jantung yang dimaksud.
1. Usia
Usia adalah salah satu faktor risiko utama terkait penyakit kardiovaskular. Laki-laki berusia di atas 45 tahun, serta perempuan berusia di atas 55 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung dibanding mereka yang berusia lebih muda.
2. Riwayat keluarga
Memiliki anggota keluarga dengan riwayat serangan jantung dapat meningkatkan risikonya.
Apabila kamu memiliki orang tua, kakek-nenek, serta saudara kandung yang pernah mengalami serangan jantung dini dapat meningkatkan risiko serangan jantung di usia 55 tahun pada laki-laki dan usia 65 tahun pada perempuan.
3. Tekanan darah tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah arteri yang menuju ke jantung. Kondisi ini dapat menghambat asupan dan sirkulasi darah ke jantung. Berkurangnya asupan darah yang menuju ke jantung inilah yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
4. Kolesterol tinggi
Tingginya kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat dan trigliserida dapat mempersempit pembuluh darah arteri. Penyempitan pembuluh darah ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
Baca juga: 12 Langkah Mudah untuk Mencegah Hipertensi serta Menjaga Kesehatan Jantung
5. Obesitas
Semakin tinggi angka Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat meningkatkan risiko serangan jantung pula. Angka IMT yang tinggi ini terkait berat badan berlebih atau obesitas, kondisi yang juga dapat memicu hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes.
6. Diabetes
Baik kondisi prediabetes maupun diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular tiga sampai empat kali dalam waktu 30 tahun.
Tingginya kadar gula dalam darah karena kondisi diabetes dapat memicu timbulnya plak dan merusak pembuluh darah. Itu sebabnya diabetes disebut dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
7. Riwayat preeklamsia
Perempuan yang pernah mengalami preeklamsia disebutkan lebih cenderung mengalami penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung. Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi selama masa kehamilan.
8. Penyakit autoimun
Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis atau lupus dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Peradangan yang terjadi dalam waktu lama pada penderita penyakit autoimun dapat memicu kerusakan pada jantung.
Baca juga: Gagal Jantung: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya
9. Kebiasaan merokok
Bahan kimia pada asap rokok dapat menyebabkan darah menggumpal dan menyumbat pembuluh darah. Hal inilah yang memicu risiko serangan jantung meningkat. Baik rokok tembakau maupun rokok elektrik dapat memicu bahaya yang sama.
10. Jarang berolahraga
Jarang melakukan aktivitas fisik termasuk berolahraga juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Kondisi ini dapat dicegah dengan rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin setidaknya lima kali dalam seminggu.
11. Pola makan tidak sehat
Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat memperburuk kondisi pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis), sehingga berisiko tinggi terkena serangan jantung.
Beberapa contoh makanan sumber lemak jenuh dan lemak trans ini, antara lain daging olahan, junk food, burger, dan pizza. Selain itu, penting juga untuk mengurangi makanan tinggi garam karena dapat menyebabkan hipertensi yang juga menjadi pemicu serangan jantung.
Baca juga: Diet Jantung Sehat untuk Cegah dan Kontrol Penyakit Jantung
12. Minum alkohol
Sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida di dalam darah dan memicu pembentukan plak pembuluh darah. Kondisi inilah yang kemudian meningkatkan risiko serangan jantung.
13. Stres
Kondisi stres juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Baik stres akut maupun stres kronis (jangka panjang) disebutkan dapat memicu aritmia (detak jantung tidak beraturan) serta serangan jantung mendadak.
14. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau NAPZA dapat menjadi penyebab serangan jantung pada usia muda (20-40 tahun).
Beberapa diantaranya adalah kokain dan amfetamin yang bisa memicu menyempitnya pembuluh darah arteri koroner (pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung), sehingga berisiko tinggi menyebabkan serangan jantung.
Baca juga: 11 Penyebab & Cara Mengetahui Jantung Sehat atau Tidak Secara Lengkap
Prediksi Risiko Serangan Jantung
Kamu dapat melakukan prediksi risiko serangan jantung dengan tes genomik VASCULArisk. Pemeriksaan ini mengidentifikasi risiko penyakit kardiovaskular berdasarkan profil gen kamu. Pemeriksaan genomik sendiri cukup dilakukan sekali seumur hidup.
Berikut manfaat hasil tes genomik VASCULArisk:
- Mengetahui risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung, sesuai profil gen masing-masing orang.
- Membantu membuat strategi perubahan gaya hidup untuk mengurangi risiko serangan jantung.
- Membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular lain, seperti penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, hingga obesitas.

Pesan Tes Genomik VASCULArisk melalui Aplikasi U by Prodia, Home Service Gratis!
💛 Cek Promo Eksklusif U by Prodia Bulan Ini!
Serangan jantung merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dan mengancam nyawa. Untuk mengurangi risiko serangan jantung, penting untuk menghindari mengenali faktor risikonya.
Kamu dapat mulai dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, tidak merokok, mengurangi konsumsi alkohol, serta mengelola stres untuk membantu menjaga kesehatan jantung.
Referensi:
Journal Of Lipid Atherosclerosis (2023), Risk Stratification Of Cardiovascular Disease According To Age Groups In New Prevention Guidelines: A Review.
Circulation (2022), Comprehensive Management Of Cardiovascular Risk Factors For Adults With Type 2 Diabetes: A Scientific Statement From The American Heart Association.
Frontiers In Immunology (2022), Cardiac Damage In Autoimmune Diseases: Target Organ Involvement That Cannot Be Ignored.
Journal Of Clinical Medicine (2022), The Impact Of Mental Stress On Cardiovascular Health—part II.
Clinics (2021), Previous Preeclampsia And Its Association With The Future Development Of Cardiovascular Diseases: A Systematic Review And Meta-analysis.
BMC Cardiovascular Disorders (2020), Higher BMI Is Linked To An Increased Risk Of Heart Attacks In European Adults: A Mendelian Randomisation Study.
Oxidative Medicine And Cellular Longevity (2019), Exercise For Prevention And Relief Of Cardiovascular Disease: Prognoses, Mechanisms, And Approaches.
Cleveland Clinic (2024), Heart Attack.
Healthline (2023), What Are Trans Fats, And Are They Bad For You?
Mayo Clinic (2023), Heart Attack.
Mayo Clinic (2023), High Blood Pressure Dangers: Hypertension's Effects On Your Body.
Medical News Today (2023), Can Drinking Too Much Alcohol Cause A Heart Attack?
National Health Service – NHS UK (2023), Heart Attack.
WebMD (2023), Foods That Are Bad For Your Heart.
American Heart Associations (2022), What Is A Heart Attack?
Badan Narkotika Nasional (2022), Narkoba, Jangan Sentuh!
Centers For Disease Control And Prevention (2022), Heart Disease.
Centers For Disease Control And Prevention (2022), Heart Disease And Stroke
Centers For Disease Control And Prevention, Smoking And Cardiovascular Disease.
Related News



