Penyebab dan Bahaya Hipertensi Pada Ibu Hamil

16 Jul 2026
hipertensi-pada-ibu-hamil-6-15072026-040252.avif

Kasus hipertensi pada ibu hamil meningkat dari 16 juta menjadi 18 juta di seluruh dunia (2019). Kondisi ini tidak hanya membahayakan sang ibu, tapi juga bayi di dalam kandungan. 

Kamu bisa membaca pembahasan lengkap di bawah ini terkait risiko bahayanya, penyebab, gejala, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko hipertensi. 

Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang berlangsung selama masa kehamilan ini juga dikenal dengan istilah hipertensi gestasional. Umumnya terjadi setelah 20 minggu masa kehamilan, dan akan kembali normal setelah melahirkan. 

Bahaya hipertensi pada ibu hamil termasuk risiko terjadinya preeklamsia (hipertensi dan protein bocor ke urine), eklamsia (hipertensi dan terjadi kejang sebelum, selama, atau hingga setelah proses persalinan), stroke, hingga terlepasnya plasenta dari dinding rahim (solusio plasenta). 

Tidak hanya membahayakan ibu hamil. Hipertensi juga dapat membahayakan janin. Risikonya termasuk pertumbuhan terhambat karena kurang asupan oksigen dan nutrisi, lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau kesulitan selama proses persalinan. 

Baca juga: 5 Cara Mencegah Hipertensi yang Wajib Kamu Ketahui

Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil dan Beragam Gejalanya 

Untuk penyebab persis yang menyebabkan hipertensi pada ibu hamil masih belum dapat dipastikan. Namun ada beberapa kondisi yang dianggap berisiko tinggi mengalami darah tinggi saat hamil. Berikut beberapa kondisi berisiko yang dimaksud. 

  • Saat hamil usia di bawah 20 tahun atau di atas 40 tahun.
  • Pada kehamilan sebelumnya pernah mengalami hipertensi atau preeklamsia.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi gestasional.
  • Menderita penyakit ginjal.
  • Memiliki gangguan sistem imun atau penyakit autoimun, contohnya lupus.
  • Mengandung bayi kembar. 

Sebagian besar orang mengalami hipertensi tanpa gejala. Jadi cukup sulit mengetahui apakah kamu memiliki kondisi atau tidak tanpa melakukan pemeriksaan medis.  

Jika pun mengalami gejala, beberapa gejala hipertensi pada ibu hamil termasuk beberapa kondisi di bawah ini. 

  • Pembengkakan (edema).
  • Sakit kepala.
  • Penambahan berat badan yang cepat dan tiba-tiba.
  • Penglihatan jadi menurun.
  • Merasa mual dan muntah-muntah.
  • Frekuensi kencing dan volume urine berkurang.
  • Terasa nyeri di perut. 


 

blobid1769860052465-31012026-064723.webp

Pantau Kondisi Kehamilan Rutin di U by Prodia

💛 Cek Promo U by Prodia Bulan Ini!

Baca juga: Jangan Keliru, Tidak Semua Tumor Payudara Itu Ganas

Cara Menurunkan Hipertensi pada Ibu Hamil 

Ada beberapa kemungkinan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan komplikasi. Langkah pertama bisa dilakukan dengan menghindari pantangan makanan bagi ibu hamil yang hipertensi seperti berikut. 

  • Makanan asin atau tinggi kandungan garam.
  • Makanan olahan seperti sosis, bakso, nugget, atau makanan kalengan.
  • Makanan yang digoreng.
  • Daging tinggi lemak.
  • Makanan tinggi lemak trans seperti margarin.
  • Makanan dan minuman manis atau tinggi gula.
  • Minum minuman beralkohol atau minuman berkafein.
  • Hindari konsumsi bumbu pelengkap seperti saus, kecap, atau salad dressing

Langkah berikutnya dapat kamu lakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Terutama beberapa makanan di bawah ini. 

  • Makanan kaya serat. Contohnya; sayur-sayuran hijau, wortel, dan alpukat.
  • Makanan dengan kandungan magnesium. Contohnya; sayur bayam, biji chia, oat, dan susu kedelai.
  • Makanan tinggi kalium. Contohnya; kentang, pisang, alpukat, sayur bayam, dan brokoli. 

Selama masa kehamilan, ibu juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Termasuk mengikuti rekomendasi asupan atau resep obat yang diberikan dari dokter. 

Salah satu jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah Panel Kehamilan TM-II. Yakni pemeriksaan kehamilan di trimester kedua, mengingat risiko hipertensi umumnya muncul setelah minggu ke-20 masa kehamilan. 

 

 

Referensi: 

BMC Pregnancy And Childbirth (2021), Epidemiological Trends Of Maternal Hypertensive Disorders Of Pregnancy At The Global, Regional, And National Levels: A Population‐based Study. 

International Journal Of Cardiology Hypertension (2021), Association Of Family History With Incidence And Gestational Hypertension Outcomes Of Preeclampsia. 

The Journal Of Applied Laboratory Medicine (2021), A Critical Review On The Use Of Race In Understanding Racial Disparities In Preeclampsia.  

The Journal Of Maternal-fetal & Neo-natal Medicine (2021), The Association Between High-normal Blood Pressure And The Development Of Preeclampsia In Twin Pregnancies. 

Centers For Disease Control And Prevention (2021), High Blood Pressure During Pregnancy.  

Medical News Today (2021), 50 Foods And Drinks To Avoid For People With High Blood Pressure. 

WebMD (2021), High Blood Pressure Diet. 

Cleveland Clinic (2022), High Blood Pressure (Hypertension) During Pregnancy. 

Mayo Clinic (2022), High Blood Pressure (Hypertension). 

Related News