6 Ciri-Ciri Diabetes pada Wanita dan Cara Penanganannya

16 Jul 2026
ciri-ciri-diabetes-pada-wanita-6-15072026-040005.avif

Mengetahui gejala atau ciri-ciri diabetes pada wanita dapat membantu deteksi lebih dini serta upaya pencegahan atau pengelolaan diabetes yang lebih efektif. 

Pada perempuan, risiko diabetes lebih tinggi pada mereka yang berusia di atas 45 tahun dan memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Apabila kamu adalah salah satu dalam dua kelompok faktor risiko, bacalah artikel ini sampai selesai. 

Ciri-Ciri Diabetes pada Wanita 

Gejala diabetes umumnya serupa pada setiap orang. Namun pada perempuan, ada beberapa ciri khusus yang perlu diperhatikan sebagai berikut. 

1. Infeksi jamur

Tingginya kadar gula darah dapat memicu pertumbuhan jamur secara berlebihan. Jenis jamur Candida terutama dapat menyebabkan infeksi pada vagina atau mulut.  

Infeksi jamur di mulut dapat mengakibatkan sariawan. Sering kali infeksi jamur yang terjadi di mulut juga memicu munculnya lapisan putih di atas lidah atau di dalam mulut. 

Infeksi jamur yang terjadi pada vagina dapat membuat; 

  • Vagina terasa gatal,
  • Muncul keputihan,
  • Rasa nyeri pada vagina, dan
  • Terasa sakit saat berhubungan seksual.

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

Perempuan yang mengalami diabetes memiliki risiko hampir 4 kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki diabetes. 

Infeksi saluran kemih dapat berkembang apabila ada bakteri yang masuk ke saluran kemih.

Kadar gula darah tinggi dapat memicu menurunnya sistem imun tubuh. Pada saat yang sama, kemampuan imun untuk menghalau perkembangan bakteri juga rendah sehingga risiko infeksi saluran kemih jadi tinggi. 

Infeksi saluran kemih dapat membuat; 

  • Buang air kecil terasa nyeri seperti ada sensasi terbakar,
  • Warna urine terlihat keruh atau berdarah, serta
  • Risiko infeksi ginjal meningkat. 

3. Vagina kering

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan penurunan lendir vagina, menyebabkan vagina menjadi kering. Hal ini dapat mengganggu pelumasan dan menyebabkan dispareunia, yakni rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Baca juga: Diabetes Gestasional: Gejala, Penyebab, Dampak, dan Pencegahan 

4. Gangguan siklus menstruasi

Ciri-ciri diabetes pada wanita yang mungkin terjadi selanjutnya adalah perubahan siklus menstruasi. Resistensi insulin, kondisi yang terjadi pada penderita diabetes, disebutkan dapat memicu terjadinya siklus menstruasi yang tidak teratur

Bahkan beberapa riset mengatakan durasi menstruasi pada wanita dengan diabetes tipe 1 bisa lebih panjang lima hari dari biasanya. 

5. Penurunan gairah seksual

Penurunan gairah seksual dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki yang mengalami diabetes. Hal ini dapat terjadi karena energi tubuh yang menurun, perubahan hormon, serta munculnya stres, kecemasan, dan depresi akibat penyakit diabetes. 

6. PCOS

PCOS atau sindrom polikistik ovarium sering dikaitkan dengan kondisi resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi di mana tubuh tidak merespons hormon insulin dan memicu kadar gula darah meningkat. 

Hubungan antara PCOS dan kondisi gula darah tinggi saling memengaruhi satu sama lain. Resistensi insulin bisa menjadi tanda PCOS atau menjadi penyebab yang memicu munculnya PCOS. 

Adapun gejala PCOS ini termasuk; 

  • Siklus menstruasi tidak teratur,
  • Pertumbuhan rambut di wajah dan tubuh yang berlebihan,
  • Ukuran ovarium membesar.

Diabetes Meningkatkan Risiko Kanker Rahim 

Perempuan yang memiliki diabetes berisiko mengalami kanker rahim, tepatnya kanker endometrium. Ini termasuk pada diabetes tipe 1, maupun diabetes tipe 2.

Menurunnya kemampuan tubuh mengontrol kadar gula darah disebutkan dapat memicu berkembangnya kanker rahim. Selain kadar gula darah tinggi, risiko kanker rahim dapat semakin meningkat jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas juga.

Adapun gejala kanker rahim ini termasuk; 

  • Perdarahan pada vagina di luar siklus haid normal terutama menjelang menopause,
  • Nyeri atau kram di bagian bawah perut atau panggul, dan
  • Keputihan. 

Baca juga: Menopause Dini: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya 

Ciri-Ciri Diabetes Umum 

Selain ciri-ciri diabetes pada perempuan di atas, ada juga ciri-ciri diabetes yang umumnya terjadi, baik pada perempuan maupun laki-laki. Ciri-ciri atau gejala diabetes tersebut termasuk: 

  • Rasa lapar dan rasa haus meningkat,
  • Berat badan turun drastis,
  • Lebih sering buang air kecil,
  • Cepat lelah,
  • Luka lebih lama untuk sembuh,
  • Kulit kering dan gatal,
  • Kulit menghitam, terutama di area leher dan ketiak,
  • Sering kram atau kesemutan di kaki atau tangan,
  • Penglihatan menurun atau kabur atau ganda, dan
  • Lebih sering mengalami infeksi karena sistem imun menurun. 

Baca juga: Prediabetes: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya  

Apa yang Harus Dilakukan? 

Apabila kamu mengalami satu atau beberapa ciri-ciri diabetes pada wanita di atas, maka hal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan gula darah. 

Tes laboratorium 

Opsi tes gula darah yang dapat dilakukan ada: 

  • Pemeriksaan HbA1c, untuk memeriksa kadar gula darah rata-rata dalam dua sampai tiga bulan terakhir.
  • Tes gula darah sewaktu, yakni tes gula darah yang dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu puasa.
  • Tes gula darah puasa, yakni tes gula darah yang dilakukan setelah berpuasa selama delapan jam.
  • Tes toleransi glukosa, dilakukan sebelum dan sesudah meminum cairan glukosa.
  • Tes glukosa 2 jam setelah makan, tes gula darah yang dilakukan dua jam setelah makan. 

 


blobid1740106533226-21022025-095537.webp

Kelola Kondisi Metabolik dan Diabetes di U by Prodia

đź’› Cek Promo U by Prodia Bulan Ini!

Perubahan gaya hidup 

Hal yang paling penting dilakukan adalah melakukan perubahan gaya hidup guna mencegah atau mengelola kondisi diabetes.

Beberapa perubahan gaya hidup ini termasuk: 

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, terutama makanan tinggi serat.
  • Lebih aktif bergerak dan rutin berolahraga.
  • Apabila kamu memiliki berat badan berlebih, mengurangi berat badan sangatlah membantu.
  • Rutin melakukan cek gula darah.

Riset menyebutkan bahwa menerapkan perawatan dan gaya hidup yang tepat dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Pada saat yang sama perubahan gaya hidup juga dapat mengurangi dan memperlambat risiko komplikasi diabetes di masa depan. 

 

 

Referensi:

Endocrine (2024), Gonadal Dysfunction In Women With Diabetes Mellitus.

Cureus (2023), Self-care Practices And Their Role In The Control Of Diabetes: A Narrative Review.

International Journal Of Environmental Research And Public Health (2023), Type 1 Diabetes And The Menstrual Cycle: Where/How Does Exercise Fit In?

PLOS One (2023), Prevalence Of Urinary Tract Infections And Risk Factors Among Diabetic Patients In Ethiopia, A Systematic Review And Meta-analysis.

Sexuality And Disability (2023), Female Sexual Dysfunction In Subjects With Type 2 Diabetes Mellitus.

Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia (2022), The Analysis Of Diabetes Self-management Implementation On Type 2 Diabetes Mellitus Patients: A Protocol For Systematic Review And Meta-analysis.

World Journal Of Diabetes (2022), Polycystic Ovary Syndrome And Type 2 Diabetes Mellitus: A State-of-the-art Review.

Cancers (2020), The Role Of Hyperglycemia In Endometrial Cancer Pathogenesis.

Healthline (2024), How Diabetes Affects Women.

Cleveland Clinic (2023), Uterine Cancer (Endometrial Cancer).

Healthline (2023), Type 2 Diabetes And Sexual Health.

Mayo Clinic (2023), Type 2 Diabetes.

Verywell Health (2023), 5 Things Women Need To Know About Diabetes And Their Period.

Mayo Clinic (2022), Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Verywell Health (2022), Signs Of Type 2 Diabetes In Women.

 

Sumber: prodiadigital.com

Related News